Monday, 22 October 2012

jam.html

Monday, 15 October 2012

TANDA SALIB

TANDA SALIB


Tanda salib dibuat ketika :
  • Memasuki gereja sambil menandai diri dengan air suci yang ada disamping pintu masuk gereja sebagai tanda peringtan pembaptisan yang telah kita terima.
  • Mengawali dan Mengakhiri Perayaan Ekaristi
  • Menerima percikan air suci kalau dibuat sebagai Pernyataan Tobat. Tanda tersebut mengungkapkan kesadaran kita sebagai anak-anak Allah dan kesetiaan pada janji Baptis
  • Memulai bacaan injil dengan membuat tanda salib pada dahi, mulut dan dada untuk mengungkapkan hasrat agar budi diterangi, mulut disanggupkan untuk mewartakan, dan hati diresapi oleh sabda Tuhan.
  • Menerima berkat mengutusan pada bagian penutup

Sunday, 14 October 2012

PENGENALAN AKAN ALLAH MENURUT GEREJA KATOLIK

PENGENALAN AKAN ALLAH MENURUT GEREJA KATOLIK
  • Allah Pencipta
Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. Berfirmanlah Allah: "Jadilah terang." Lalu terang itu jadi. Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap. Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama. Berfirmanlah Allah: "Jadilah cakrawala di tengah segala air untuk memisahkan air dari air." Maka Allah menjadikan cakrawala dan Ia memisahkan air yang ada di bawah cakrawala itu dari air yang ada di atasnya. Dan jadilah demikian.   Lalu Allah menamai cakrawala itu langit. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kedua. Berfirmanlah Allah: "Hendaklah segala air yang di bawah langit berkumpul pada satu tempat, sehingga kelihatan yang kering." Dan jadilah demikian. Lalu Allah menamai yang kering itu darat, dan kumpulan air itu dinamai-Nya laut. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Berfirmanlah Allah: "Hendaklah tanah menumbuhkan tunas-tunas muda, tumbuh-tumbuhan yang berbiji, segala jenis pohon buah-buahan yang menghasilkan buah yang berbiji, supaya ada tumbuh-tumbuhan di bumi." Dan jadilah demikian. Tanah itu menumbuhkan tunas-tunas muda, segala jenis tumbuh-tumbuhan yang berbiji dan segala jenis pohon-pohonan yang menghasilkan buah yang berbiji. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari ketiga. Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun, dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi." Dan jadilah demikian.Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang. Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi, dan untuk menguasai siang dan malam, dan untuk memisahkan terang dari gelap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.  Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keempat. Berfirmanlah Allah: "Hendaklah dalam air berkeriapan makhluk yang hidup, dan hendaklah burung beterbangan di atas bumi melintasi cakrawala." Maka Allah menciptakan binatang-binatang laut yang besar dan segala jenis makhluk hidup yang bergerak, yang berkeriapan dalam air, dan segala jenis burung yang bersayap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.  Lalu Allah memberkati semuanya itu, firman-Nya: "Berkembangbiaklah dan  bertambah banyaklah serta penuhilah air dalam laut, dan hendaklah burung-burung di bumi bertambah banyak." Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kelima. Berfirmanlah Allah: "Hendaklah bumi mengeluarkan segala jenis makhluk yang hidup, ternak dan binatang melata dan segala jenis binatang liar." Dan jadilah demikian.  Allah menjadikan segala jenis binatang liar dan segala jenis ternak dan segala jenis binatang melata di muka bumi. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.  Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."  Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.  Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi."  Berfirmanlah Allah: "Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu.  Tetapi kepada segala binatang di bumi dan segala burung di udara dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya." Dan jadilah demikian.  Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam.  Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya.  Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu. Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu.  Demikianlah riwayat langit dan bumi pada waktu diciptakan. Ketika TUHAN Allah menjadikan bumi dan langit, — (Kej 1:1-2:4)
Allah adalah Maha Besar (Ibr 1:3) dan Maha Baik, Karena pengetahuan kita tentang Allah itu terbatas, maka pembicaraan kita tentang Allah pun demikian juga. Kita hanya dapat berbicara tentang Allah dari sudut pandang ciptaan dan sesuai dengan cara mengerti dan cara berpikir manusiawi kita yang terbatas.(KGK 40)
Kita mengetahui, Apa yang dilakukan oleh Allah untuk kita, selalu Ia laukan karena kasihNYA kepada kita, Allah telah merencanakan yang serba baik bagi manusia. Apa yang ditulis di dalam KitabSuci (kitab Kejadian-penciptaan) adalah Allah yang begitu baik bagi kita.

  • Allah Penyelamat
Sebelum Tobia mendekati ayahnya berkatalah Rafael kepadanya: "Aku yakin bahwa mata ayahmu akan dibuka." Sapulah empedu ikan itu kepada matanya. Obat itu akan memakan dahulu, lalu mengelupaskan bintik-bintik putih itu dari matanya. Maka ayahmu akan melihat lagi dan memandang cahaya." Adapun Hana bergegas-gegas mendekap anaknya, lalu berkatalah ia kepadanya: "Setelah engkau kulihat, anakku, maka mulai sekarang aku dapat mati." Maka ia menangis. Tobitpun berdiri dan meskipun kakinya tersandung namun ia keluar dari pintu pelataran rumah. Tobia menghampirinya dengan empedu ikan itu di tangan lalu ditiupinya mata Tobit. ditopangnya ayahnya dan kemudian berkatalah ia kepadanya: "Tetapkan hati, pak!" Selanjutnya obat itu dikenakannya padanya dan dibiarkannya sebentar. Lalu dengan kedua tangannya dikelupaskannya sesuatu dari ujung-ujung matanya. Maka Tobit mendekap Tobia sambil menangis. Katanya: "Aku melihat engkau, anakku, cahaya mataku!" Ia menyambung pula: "Terpujilah Allah, terpujilah nama-Nya yang besar, terpujilah para malaikat-Nya yang kudus. Hendaklah nama Tuhan yang besar ada di atas kita dan terpujilah hendaknya segala malaikat untuk selama-lamanya. Sungguh aku telah disiksa oleh Tuhan, tetapi kulihat anakku Tobia!" (To 11:7-14)
Perikop diatas memberikan gambaran bahwa Tobit memang mengalami suatu cobaan, memang dalam penderitaannya itu, Tobit tampak biasa-biasa saja, namun didalam penderitaannya itu tampaklah karya Allah. Allah telah menyembuhkannya dengan perantaraan anaknya, Tobia.
Allah memberikan keselamatan kepada siapa saja, karena Allah memang menghendakinya agar setiap orang dapat menikmati kebahagiaan dan keselamtan yang telah Ia rencanakan.
Tanpa sadar bahwa Allah juga berkarya dalam keselamatan di dinia ini, hal ini bisa kita sadari dalam kehidupan kita sehari-hari, bilamana kita mendapat pertolongan dari saudara kita, teman, tetangga dan lainnya. Karya Allah dalam kehidupan sehari-hari yang kita dapat rasakan, namu kadang kita menginkarinya, bilamana kita terhindar dari marabahaya.

  • Allah yang Murah Hati
Bagaimana kita mengetahui bahwa Allah begitu murah hati kepada umat-Nya Perikop dibawah ini menunjukan kepada kita bahwa Allah tidak hanya memberi hidup, tetapi juga memenuhi kebutuhan hidup umat-Nya.
Jadi, janganlah kamu mempersoalkan apa yang akan kamu makan atau apa yang akan kamu minum dan janganlah cemas hatimu.  Semua itu dicari bangsa-bangsa di dunia yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu tahu, bahwa kamu memang memerlukan semuanya itu. (Luk 12:29-30)
Bagimana kita bersikap sebaiknya menanggapi kebaikan Allah akan kemurahan hatiNya? sudah barang tentu kita menjawab kemurahan hati Allah dengan bermurah hati kepada sesama dan kepada ciptaan Allah, karena dengan demikian kita berbuat baik kepada diri kita (Bdk Am 11:17). Tuhan Yesus bersabda "Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati." (Luk 6:36)
  • Allah yang Setia
Manusia yang diberikan Kehendak Bebas, kadang menyalahgunakan untuk menanggapi kebaikan Allah. Bahkan manusia menolak dan meninggalkan Allah.
tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati." Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: "Sekali-kali kamu tidak akan mati, tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat." Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya.(Kej 3:3-6)
Rusaknya keselarasan hubungan manusia dengan Allah, akibat manusia ingin mengejar kebahagiaan yang tanpa Allah, setelah sadar kita mengetahui, betapa semunya kebahagiaan tersebut. maka tindakan manusia tersebut mengakibatkan dosa. dimana manusia kehilangan Rahmat kekudusannya (Bdk KGK 399)
Meskipun manusia jadtuh dalam dosa, Allah tidak membiarkan ciptaan-Nya hancur karena dosa, Allah tetap melangsungkan rencana keselamatan bagi manusia dan alam semesta. hal ini dapat kita lihat bagimana perjanjian-perjanjian Allah dengan Nuh (Kej 9:12-16), demikian juga Allah membentuk sejarah Keselamatan. Ia memanggil Abram, yang kemudian befrganti nama menjadi Abram, yang kemudian berganti nama menjadi Abraham. Allah juga meneguhkan iman Abraham dan memperbaharui perjanjian-Nya (bdk Kej 15:5-7); 17:1-8; 22:11-8). Dengan demikian Abraham menyerahkan seutuh hidupnya kepada Allah demi terlaksanya janji Allah. Allah juga memanggil Musa untuk membebaskan umat-Nya keluar dari perbudakan dan mengatar mereka ketanah terjanji. (Bdk kel 3:7-10). demikian juga dengan Yosua, Daud, nabi Natan.
Yesus Kristus.
Allah lewat putra-Nya yang Tunggal menegaskan kembali kasih setia-Nya
Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya dan berkata: "Ambillah, makanlah, inilah tubuh-Ku." Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka dan berkata: "Minumlah, kamu semua, dari cawan ini. Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa.(Mat 26:26-28)
Kemudian Ia mengambil sebuah cawan, mengucap syukur, lalu berkata: "Ambillah ini dan bagikanlah di antara kamu. Sebab Aku berkata kepada kamu: mulai dari sekarang ini Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur sampai Kerajaan Allah telah datang." Lalu Ia mengambil roti, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka, kata-Nya: "Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku." Demikian juga dibuat-Nya dengan cawan sesudah makan; Ia berkata: "Cawan ini adalah perjanjian baru oleh darah-Ku, yang ditumpahkan bagi kamu. (Luk 22:17-20)
Perikop diatas dimaksudkan yesus untuk menjalin hubungan khusus antara Allah dengan umat manusia di dalam diri-Nya demi keselamatan umat manusan dan sekaligus memperbaharui dan meningkatkan hubungan khusus yang dahulu dijalin Allah dengan umat-Nya. Perjanjian baru ini adalah perjanjian Kekal, sebab, hubungan Allah dengan umat manusia di dalam Yesus Kristus tidak pernah akan putus. Dengan demikian kita mengetahui betapa kasih setia Allah kepada umat Ciptaan-Nya.

MENJADI KATOLIK

MENJADI KATOLIK
BERIMAN KATOLIK BERAGAMA KATOLIK 
                                                            
Menjadi Katolik, beriman katolik, beragama katolik atau beriman kepada Yesus Kristus berarti orang diajak untuk mengambil sikap tertentu dalam diri dan kehidupannya, dengan cara meninggalkan dunianya yang lama dan berani untuk mengarahkan hidup dalam dunia baru. Menjadi Katolik tidak hanya hidup baru dengan agama Katolik dan ajaran Katolik,
tetapi menjadi manusia yang sungguh-sungguh baru. Menjadi orang beriman Katolik berarti menjadi percaya dan menyerahkan dirinya secara utuh dan penuh kepada Yesus Kristus.
"Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang" (2Kor 5:17)
Bagi orang yang telah menanggapi panggilan bebas yang diberikan oleh Allah, dan memilih untuk menjadi Katolik, beriman Katolik dan beragama katolik harus menempuh proses pembelajaran terlebih dahulu sebelum menjadi warga Geraja katolik secara penuh.
Berikut Tahapan yang harus ditempuh/dijalani bagi mereka yang terpanggil untuk mengikuti Yesus Krisuts lewat Gereja Katolik.
  • Masa Praketekumenat
    Tujuan dari masa prakatekumenat ini agar para simpatisan malaui berkenalan dengan Gereja Katolik, Yesus Kristus, Iman dan cara Hidup Katolik. dimana masa ini ditutup dengan tahap pertama yaitu dengan upacara penerimaan Katekumen.
  • Masa katekumenat
    Pada masa katekumenat (calon baptis) praktis sudah berhubungan dengan Gereja, bahkan sudah termasuk keluarga Kristus. Dalam masa ini para katekument (calon baptis) semakin mendapat kesempatan lebih banyak dalam pembelajaran pokok-pokok iman katolik dan lebih meningkatkan hidupnya sebagai orang katolik. Masa ini ditutup denga tahap kedua yaitu upacara penerimaan calon Baptis.
  • Masa persiapan Terakhir
    Masa ini disebut juga masa penyucian dan penerangan, dimana masa ini ditutup dengan tahapa ketiga yaitu dengan upacara penerimaan sakramen baptis/inisiasi (tergantung paroki-paroki ybs). (pada kebijakan tertentu materi mistagogi diberikan terlebih dahulu) sebelum diterimakan sakramen baptis/inisiasi kepada peserta (katekument)
  • Masa Mistagogi
    mengingat setelah pembatisan belum berarti orang katolik tersebut sudah memahami semua rahasia iman katolik, juga belum sepenuhnya mantap sebagai orang katolik, maka masih perlu disediakan sejumlah bahan lanjutan yaitu mistagogi. Masa Mistagogi ditutup dengan rekoleksi pendalaman iman.

HIERARKI GEREJA KATOLIK

HIERARKIS GEREJA KATOLIK
Menurut Ajaran resmi Gereja struktur Hierarkis termasuk hakikat kehidupan-nya juga. Perutusan ilahi, yang dipercayakan Kristus kepada para rasul itu, akan berlangsung sampai akhir zaman (lih. Mat 28:20). Sebab Injil, yang harus mereka wartakan, bagi Gereja merupakan azas seluruh kehidupan untuk selamanya. Maka dari itu dalam himpunan yang tersusun secara hirarkis yaitu para Rasul telah berusha mengangkat para pengganti mereka.Maka Konsili mengajarkan bahwa"atas penetapan ilahi para uskup menggantikan para rasul sebagai gembala Gereja" Kepada mereka itu para Rasul  berpesan, agar mereka menjaga seluruh kawanan, tempat Roh Kudus mengangkat mereka untuk menggembalakan jemaat Allah (lih. Kis 20:28).(LG 20). Pengganti meraka yakni, para Uskup, dikehendaki-Nya menjadi gembala dalam Gereja-Nya hingga akhir jaman (LG 18).
makdud dari "atas penetapan ilahi para uskup menggantikan para rasul sebagai gembala Gereja" ialah bahwa dari hidup dan kegiatan Yesus timbulah keplompok orang yang kemudian berkembang menjadi Gereja, seperti yang dikenal sekarang. Proses perkembangan pokok itu terjadi dalam Gereja perdana atau Gereja para rasul, Yakni Gereja yang mengarang Kitab Suci Perjanjian baru. Jadi, dalam kurun waktu antara kebangkitan Yesus dan kemartiran St. Ignatius dari Antiokhia pada awal abad kedua, secara prinsip terbentuklah hierarki Gereja sebagaimana dikenal dalam Gereja sekarang.
Striktur Hierarkis Gereja yang sekarang terdiri dari dewan para Uskup dengan Paus sebagai kepalanya, dan para imam serta diakon sebagai pembantu uskup
1. Para Rasul
Sejarah awal perkembangan Hierarki adalah kelompok keduabelas rasul. Inilah kelompok yang sudah terbentuk waktu Yesus masih hidup. Seperti Paulus juga menyebutnya kelompok itu " mereka yang telah menjadi rasul sebelum aku" (Gal 1:17). Demikian juga Paulus pun seorang rasul, sebagaimana dalam Kitab Suci (1Kor 9:1, 15:9, dsb)
Pada akhir perkembangannya ada struktur dari Gereja St. Ignatius dari Antiokhia, yang mengenal "penilik" (Episkopos), "penatua" (presbyteros), dan "pelayan" (diakonos). Struktur ini kemudian menjadi struktur Hierarkis yang terdiri dari uskup, imam dan diakon.
2. Dewan Para Uskup
Pada akhir zaman Gereja perdana, sudah diterima cukup umum bahwa para uskup adalah pengganti para rasul, seperti juga dinyatakan dalam Konsili Vatikan II (LG 20). Tetapi hal itu tidak berarti bahwa hanya ada dua belas uskup (karena duabelas rasul). Disini dimaksud bukan rasul satu persatu diganti oleh orang lain, tetapi kalangan para rasul sebagai pemimpin Gereja diganti oleh kalangan para uskup. hal tersebut juga di pertegas dalam Konsili Vatikan II (LG 20 dan LG 22).
Tegasnya, dewan para uskup menggantikan dewan para rasul. Yang menjadi pimpinan Gereja adalah dewan para uskup. Seseorang diterima menjadi uskup karena diterima kedalam dewan itu. itulah Tahbisan uskup, "Seorang menjadi anggota dewan para uskup dengan menerima tahbisan sakramental dan berdasarkan persekutuan hierarkis dengan kepada maupun para anggota dewan" (LG 22). Sebagai sifat kolegial ini, tahbisan uskup belalu dilakukan oleh paling sedikit tiga uskup, sebab tahbisan uskup berarti bahwa seorang anggota baru diterima kedalam dewan para uskup (LG 21).
3. Paus
Kristus mengangkat Petrus menjadi ketua para rasul lainnya untuk menggembalakan umat-Nya. Paus, pengganti Petrus adalah pemimpin para uskup.
Menurut kesaksian tradisi, Petrus adalah uskup Roma pertama. Karena itu Roma selalu dipandang sebagai pusat dan pedoman seluruh Gereja. Maka menurut keyakinan tradisi, uskup roma itu pengganti petrus, bukan hanya sebagai uskup lokal melainkan terutama dalam fungsinya sebagai ketua dewan pimpinan Gereja. Paus adalah uskup Roma, dan sebagai uskup Roma ia adalah pengganti Petrus dengan tugas dan kuasa yang serupa dengan Petrus. hal ini dapat kita lihat dalam sabda Yesus sendiri :
"Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga. Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga." (Mat 16:17-19).
4. Uskup
Paus adalah juga seorang uskup. kekhususannya sebagai Paus, bahwa dia ketua dewan para uskup. Tugas pokok uskup ditempatnya sendiri dan Paus bagi seluruh Gereja adalah pemersatuTugas hierarki yang pertama dan utama adalah mempersatukan dan mempertemukan umat. Tugas itu boleh disebut tugas kepemimpinan, dan para uskup "dalam arti sesungguhnya disebut pembesar umat yang mereka bimbing" (LG 27).
Tugas pemersatu dibagi menjadi tiga tugas khusus menurut tiga bidang kehidupan Gereja. Komunikasi iman Gereja terjadi dalam pewartaan, perayaan dan pelayanan. Maka dalam tiga bidang itu para uskup, dan Paus untuk seluruh Gereja, menjalankan tugas kepemimpinannya. "Diantara tugas-tugas utama para uskup pewartaan Injilah yang terpenting" (LG 25). Dalam ketiga bidang kehidupan Gereja uskup bertindak sebagai pemersatu, yang mempertemukan orang dalam komunikasi iman.
5. Imam
Pada zaman dahulu, sebuah keuskupan tidak lebih besar daripada sekarang yang disebut paroki. Seorang uskup dapat disebut "pastor kepala" pada zaman itu. dan imam-imam "pastor pembantu", lama kelamaan pastor pembantu mendapat daerahnya sendiri, khususnya di pedesaan. Makin lama daerah-daerah keuskupan makin besar. Dengan Demikian, para uskup semakin diserap oleh tugas oraganisasi dan administrasi. Tetapi itu sebetulnya tidak menyangkut tugasnya sendiri sebagai uskup, melainkan cara melaksanakannya. sehingga uskup sebagai pemimpin Gereja lokal, jarang kelihatan ditengah-tengah umat.
melihat perkembangan demikian, para imam menjadi wakil uskup. "Di masing-masing jemaat setempat dalam arti tertentu mereka menghadirkan uskup. Para imam dipanggil melayani umat Allah sebagai pembantu arif bagi badan para uskup, sebagai penolong dan organ mereka" (LG 28).
Tugas konkret mereka sama seperti uskup: "Mereka ditahbiskan untuk mewartakan Injil serta menggembalakan umat beriman, dan untuk merayakan ibadat ilahi"
6. Diakon
"Pada tingkat hiererki yang lebih rendah terdapat para diakon, yang ditumpangi tangan 'bukan untuk imamat, melainkan untuk pelayanan'" (LG29). Mereka pembantu uskup tetapi tidak mewakilinya.
Para uskup mempunyai 2 macam pembantu, yaitu pembantu umum (disebut imam) dan pembantu khusus (disebut diakon). Bisa dikatakan juga diakon sebagai "pembantu dengan tugas terbatas". jadi diakon juga termasuk kedalam anggota hierarki


Api Penyucian Dalam Gereja Katolik

Api Penyucian

Menurut pandangan orang sebetulnya, setelah kematian (bukan pada hari kiamat kelak) setiap orang akan diadili secara pribadi. Dimana ada tiga kemungkinan dari pengadilan itu yaitu Surga, Api Penyucian (Purgatory) dan Neraka. Karena mereka yang menganggap diri kurang baik untuk surga, dan juga tidak mau masuk ke neraka, maka Api Penyucian dipandang sebagai pintu yang "normal". Tetapi api penyucian pun bukan pintu, juga bukan kemungkinan kemungkinan ketiga disamping surga dan neraka.
DASAR untuk keyakinan ini ialah :
Injil Lukas 16:22 : dimana digambarkan orang kaya berteriak kepada Abraham minta tolong; kisah ini memang suatu perumpamaan yang tidak benar-benar terjadi tetapi tetap mencerminkan keyakinan Lukas bahwa sebelum akhir zaman pun Abraham sudah "mulia disurga dan orang kaya yang sdah mati itu bisa berteriak minta tolong"
demikian juga pada surat-surat Rasul paulus kepada jemaat di korintus dan Filipi 2Korintus 5:8 dan Filipi 1:23 "
dimana Paulus dengan jelas mengungkapkan keinginannya untuk segera mati saja, yakni berpisah dari tubuhnya yang fana untuk bersatu dengan Yesus Kristus dalam kebahagiaan, namun demi umatnya, Paulus lebih suka tetap hidup di dunia agar bisa membina umatnya. Keyakinan Paulus ini mencerminkan iman bahwa sebelum kebangkitan pada akhir zaman pun, orang yang sudah mati dapat bersama dengan Kristus disurga. Dengan kata lain kebangkitan badan pada akhir jaman, jiwa orang sudah diadili dan bisa mulia bersama Kristus.
Setelah Akhir zaman akan ada kebagnkitan badan, jiwa orang mati akan diersatukan kembali dengan badan, untuk diadili bersama-sama dengan seluruh umat manusia. Baik yang sudah diadili secara pribadi maupun yang belum, akan diadili secara bersama-sama (pengadilan umum). Tetapi hasil pengadilan pribadi yang sudah terjadi sebelum akhir zaman tetap berlaku dan hanya diteguhkan dalam pengadilan umum pada akhir zaman.
Dalam ajaran Resmi Gereja juga tidak disebut "api", hanya "penyucian"(purgatorium) saja, ialah adalanya tahap terakhir dalam proses pemurnian pada perjalanan kepada Allah. Kiranya proses pemurnian itu belum selesai pada saat kematian. maka kematian sendiri dapat menjadi pengallaman pemurnian itu.
Pada saat kematian manusia melihat dirinya sendiri dlam keadaan sesungguhnya. Khususnya karena kematian itu berarti penyerahan kepada Allah, maka pemurnian dialami sebagai ketidakcocokan yang menyakitkan. Apa yang lazim disebut "pengadilan", dialami sebagai siksaan dan juga pemurnian. Sekiranya itulah yang dimaksud dengan "Api Penyucian" yang terjadi pada saat kematian sendiri.
Demikian halnya doa-doa untuk untuk jiwa-jiwa dalam api penyucian adalah doa untuk orang-orang yang pada saat kematian sebetulnya belum siap menghadap Tuhan. Dimana orang itu meninggal dalam persekututan iman (Telah dibaptis, baptis keiinginan, baptis darah), yang disebut Gereja. Maka sudah sewajarnya "persekutuan para kudus" juga dihayati dalam doa untuk saudara-saudara kita, yang masih pada perjalanan menuju Tuhan.
Api penyucian bukanlah ""neraka sementara" (dengan api yang tidak begitu panas). Api penyucian adalah pengalaman sedalam-dalamnya behwa seseorang"mendapat malu karena segala perbuatan durhaka yang dilakukan" dihadapan Tuhan.






LITURGI PERTUNANGAN DALAM GEREJA KATOLIK

LITURGI PERTUNANGAN Dalam Gereja KATOLIK
Beberapa catatan:
  1. Sebaiknya diadakan di pihak wanita: khusunya kalau keduanya Katolik. Namun melihat keadaan, bisa menyesuaikan.
  2. Bisa dipimpin oleh orangtua dari yang bertunangan: tentu saja yang beragama Katolik. Tetapi bisa juga meminta Pro Diakon, atau imam.
  3. Upacara ini tidak pernah boleh dirangkaikan dengan perayaan ekaristi (lihat Ibadat Berkat, Jakarta, Obor, 1987, hlm. 78).

UPACARA PEMBUKAAN
LAGU PEMBUKAAN
PEMBUKAAN
I/P: Demi nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus
U: Amin.
I/P: Semoga kasih karunia dan damai sejahtera dari Tuhan kita Yesus Kris­tus, yang mengasihi dan menyerahkan diri bagi kita, besertamu.
U: dan sertamu juga.
PENGANTAR PEMIMPIN UPACARA
DOA PEMBUKAAN
I/P: Allah Bapa Yang Maharahim, kasih setiaMu berlimpah kepada kami. Berkenanlah memberkati kedua saudara kami ini. Anugerahkanlah niat yang murni, hati yang jujur, dan kasih sejati, agar dapat membangun pribadi yang dapat saling melengkapi. Bukalah hati mereka terhadap sabdaMu, agar usaha mereka membawa kebahagiaan yang sejati. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami, yang bersama Dikau dalam persekutuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, kini dan sepanjang segala masa.
U: Amin.
LITUGI SABDA
BACAAN I:
Pilihan 1:
Pembacaan dari kitab Kejadian (Kej 2:18-24) <- klik
Demikianlah Sabda Tuhan.
Pilihan 2:
Pembacaan dari surat rasul Paulus kepada umat di Roma (Ro 12:1-2, 9-18) <-klik
Demikianlah Sabda Tuhan.
Pilihan 3:
Pembacaan dari surat pertama rasul Paulus kepada umat di Korintus (Kor 12:31-13:8a)
Demikianlah sabda Tuhan.
Pilihan 4:
Pembacaan dari surat rasul Paulus kepada umat di Kolose (Kol 3:12-17) <-Klik
Demikianlah sabda Tuhan.
U: Syukur kepada Allah
MAZMUR ANTAR BACAAN: Mzm 145:8-10,15,17-18
BACAAN INJIL:
I/P: Tuhan sertamu.
U: dan sertamu juga.
I/P: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Santo Yohanes 15:9-12
U: Terpujilah Kristus.
I/P: Yoh 15:9-12
Demikianlah sabda Tuhan.
U: Terpujilah Kristus.
HOMILI
PEMBERKATAN CINCIN PERTUNANGAN
DOA PEMBERKATAN:
Pilihan 1: (Kalau dipimpin oleh imam)
I: Ya Allah, sumber segala berkat, curahkanlah + berkatMu atas lambang cinta ini dan bimbinglah kedua saudara kami dalam masa pertunangannya. Semoga mereka mencari kehendakMu dengan hati yang ikhlas dan mengalami kebaikanMu yang berlimpah. Demi Kristus, pengantara kami.
U: Amin.
Pilihan 2: (Kalau dipimpin oleh imam)
I: Tuhan Allah, sumber segala cinta kasih, karena penyelenggaraanMu, dua orang muda ini dapat saling bertemu. Kini mereka memohon rahmatMu untuk memasuki masa pertunangan dan mempersiapkan diri untuk Sakramen Perkawinan. Kami mohon, kuatkanlah mereka dengan + berkatMu yang melimpah. Semoga oleh masa pertunangan suci ini, mereka kian hari kian saling menghargai, dan saling mengasihi dengan kasih sejati. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami.
U: Amin.
Pilihan 3:
P: Allah Yang Mahakuasa dan Mahakasih, kasih setiaMu berlimpah bagi kami. Engkau menganugerahkan Hawa kepada Adam sebagai penghibur dan teman berbagi sukaduka kehidupan, sesuai ciri pribadinya, dan setia sepanjang hidup.
Engkau menganugerahkan Santo Yusuf kepada Maria, sebagai suami yang suci, penuh kasih, melindungi, dan sangat memperhatikan isteri.
Berkenanlah memberkati kedua cincin ini, lambang niat suci, hati yang jujur, dan kasih yang murni, agar saudara-saudari kami yang memakainya selama bertunangan, saling belajar mengenal, dijauhkan dari hawa nafsu tak teratur, membangun persaudaraan yang suci murni, sehingga terlaksanalah pembangunan pribadi yang saling mengisi, saling melengkapi satu sama lain; apalagi semoga tercapailah cita-cita mereka membangun keluarga yang baha­gia, sumber kebahagiaan dan penghiburan. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami. Amin.
Pilihan 4:
P: Kami memuji Engkau, ya Tuhan, sebab dengan pengharapan yang lembut Engkau menggerakkan hati dan menyiapkan puteraMu ..... (nama) dan puteriMu .... (nama) untuk saling mencintai. Kami mohon, sudilah menguatkan hati mereka, agar mereka menjalani masa pertunangan ini dengan bertumpu pada iman, dan dalam segala hal berusaha berkenan kepadaMu, sehingga dengan aman sentausa akhirnya sampai pada sakramen Perkawinan. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami.
U: Amin.
JANJI KEDUA TUNANGAN
putri dahulu baru putra
SAYA, ..... (nama) BERJANJI DENGAN SUNGGUH-SUNGGUH, SEKIRANYA SESUAI DENGAN KEHENDAK TUHAN, MENERIMA .... (nama) SEBAGAI TUNANGAN SAYA. SELAMA MASA BERTUNANGAN INI, SAYA AKAN MEMPERSIAPKAN DIRI SAYA, DAN MEMBANTU TUNANGAN SAYA, UNTUK MEMBANGUN KELUARGA YANG KUDUS, SETURUT TELADAN KELUARGA NAZA­RET, MENURUT TATACARA GEREJA KATOLIK: SATU PRIA DENGAN SATU WANITA, TAK TERPISAHKAN SEUMUR HIDUP. DEMIKIANLAH JANJI SAYA. SEMOGA ALLAH TRITUNGGAL YANG MAHAKUDUS MEMBERIKAN BERKAT DAN TUNTUNAN, SEMOGA BUNDA MARIA DAN SANTO/A ..... (pelindung/nama permandian) MEMBANTU DENGAN DOA-DOA MEREKA, AGAR JANJI SAYA INI SUNGGUH TERLAKSANA.
Kemudian cincin dikenakan oleh orang tua kepada anaknya masing-masing. Bisa juga, orangtua/wali pihak lelaki memasang cincin kepada tunangan wanita, kemudian orangtua/wali pihak wanita memasang cincin kepada tunangan pria. Atau bisa juga, cincin dipasang oleh pemimpin ibadat.
Kemudian pemimpin upacara memberi pesan:
I/P: Terimalah dan rawatlah baik-baik hadiah yang saling anda berikan, agar yang kalian janjikan dengan lambang pemberian ini, pada waktunya dapat kalian laksanakan.
T: Amin.
DOA YANG BERTUNANGAN
Pilihan 1: Bersama-sama:
B: Ya Bapa di surga, kami bersyukur atas kasih yang telah bersemi dalam hati kami. Dengan bimbinganMu kami ingin menguji dan mematangkan hubungan cinta kami dengan lebih sungguh-sungguh. Kami menyadari kelemahan manusiawi kami. Maka kami menyerahkan masa pertunangan ini ke dalam tanganMu. Kami ingin mempergunakannya selaras dengan kehendakMu.
Ya Bapa, semoga lewat masa pertunangan ini kami semakin saling mengenal. Bantulah kami agar dapat saling bersikap terbuka, dan jauhkanlah kami dari sikap sengaja menyembunyikan kelemahan, agar keluarga yang akan kami bangun sungguh kokoh.
Bimbinglah kami supaya setia kepadaMu. Tegarkanlah kami bila suatu saat melangkah terlalu jauh atau melanggar kehendakMu. Jauhkanlah dari kami setiap bahaya dan godaan. Kami berharap bahwa masa pertunangan ini dapat kami lalui dengan selamat, dan membawa manfaat besar bagi keluarga yang akan kami bangun. Tetapi, kalau Bapa sendiri mempunyai rencana yang lain untuk kami masing-masing, semoga kamipun percaya akan kebijaksanaan dan kehendakMu. Demi Yesus Kristus, PuteraMu, Tuhan dan Pengantara kami. Amin.
Pilihan 2:
Bersama-sama
B: Allah yang mahakuasa dan kekal, sebelum segala abad, Engkau telah merenca­nakan masa depanku. Sebelum alam semesta Kaucipta, Engkau ingat akan aku dan memenuhi aku dengan berkatMu. Terpujilah Engkau, ya Allah, sebab Engkau mencipta aku dengan kehendakMu yang dari kekal.
Tinggal bagiku: melaksanakan rencanaMu, melaksanakan tugas sebagai abdiMu di dalam keadaan yang Kaukehendaki bagiku. Segala tanda menyatakan, bahwa Engkau menentukan bagiku status perkawinan, supaya aku mengabdi padaMu, dibantu oleh pasangan sehidup semati, dalam suatu keluarga dalam Kristus.
Aku mengucap syukur kepadaMu, sebab Engkau menyediakan bagiku suatu sakra­men, dan dengan sakramen itu, maka hubungan kami berdua akan menjadi lambang hubungan PuteraMu dengan Gereja: hubungan cinta kasih dalam naungan rahmatMu.
Berilah supaya dia yang kupilih, menjadi tunanganku ini, betul sesuai dengan kehendakMu: suatu bantuan bagiku dalam pengembangan cinta kasihku dan pengabdian kepadaMu - lahir dan batin.
Berilah supaya dalam segala hal, dia membantu aku, dan aku membantu dia, untuk hidup sesuai dengan kehendakMu. Sehingga kehidupan kami akan menjadi cermin keluarga suci Nazaret: riang gembira dan sopan, serius dan riang; rajin dan penuh iman.
Dalam masa persiapan ini: ajarilah kami cinta kasih sejati. Cinta kasih yang tak mengutamakan kesenangan sendiri, kepentingan sendiri, dan bahagia sendiri; melainkan selalu mengusahakan keselamatannya jiwa dan raga, dunia akhirat.
Untuk itu kami memerlukan rahmatMu: semangat berkorban yang sejati. Kami yakin, masa depan kami akan lebih berbahagia kalau kami sudah berlatih berkorban, menguasai diri, mengekang diri, untuk cinta sejati.
Ya Allah, kami hendak mempergunakan saat-saat persiapan ini untuk saling mengenal, saling menghargai, saling menghormati.
Bantulah, agar dalam diri tunanganku ini, aku semakin mampu melihat wajah Kristus dan bunda Maria, agar pertunangan kami dipenuhi dengan rasa hormat, sopan, dan cinta sejati.
Kami hendak menjaga pancaindra, mulut untuk kata-kata dan semua hal yang pantas, mata untuk pandangan yang murni, telinga untuk menerima kata-kata dengan baik. Semoga kami menggunakan badan anugerahMu ini untuk saling menyucikan.
Aku percaya, ya Tuhan: Engkaulah yang mempersatukan kami, Yang membimbing kami untuk semakin bersatu dalam cinta kasih, Yang memberi kami kekuatan untuk untuk bertekun melaksanakan kehendakMu. Sebab kebahagiaan sejati hanya akan kami peroleh kalau kami memang sungguh melaksanakan kehendakMu, bersatu dengan Kristus, Tuhan dan Pengantara kami. Amin.
DOA PERMOHONAN
Pilihan 1:
I/P: Allah begitu mengasihi manusia sehingga Ia mengangkat mereka menjadi putera-puteriNya dalam Kristus, dan menunjukkan mereka kepada dunia sebagai saksi-saksi kasih sayangNya. Marilah mohon dengan penuh harapan:
L: Ya Allah, Engkau menghendaki, agar di dalam saling mengasihi, putera-puteriMu benar-benar menampakkan diri sebagai saudara-saudari Kristus. Kami mohon:
U: Semoga kami dapat senantiasa mengamalkan kasihMu, ya Tuhan.
L: Ya Allah, Engkau menetapkan syarat-syarat kasih mesra agar dengan mene­patinya, manusia menemukan kebahagiaan. Kami mohon:
U: Semoga kami dapat senantiasa mengamalkan kasihMu, ya Tuhan.
L: Ya Allah, semoga kedua saudara kami ini dalam masa pertunangan mereka semakin mengenal kehendak Allah. Kami mohon:
U: Semoga kami dapat senantiasa mengamalkan kasihMu, ya Tuhan.
L: Ya Allah, semoga seluruh umat di wilayah ini mendampingi mereka berdua dengan doa dan bimbingan. Kami mohon ....
U: Semoga kami dapat senantiasa mengamalkan kasihMu, ya Tuhan.
L: Ya Allah, berkenanlah pula memperhatikan doa kami masing-masing .....
Kami mohon ....
U: Semoga kami dapat senantiasa mengamalkan kasihMu, ya Tuhan.
Pilihan 2:
I/P: Marilah memanjatkan permohonan kita kepada Allah, Bapa kita yang maha­baik:
L: Semoga kedua tunangan ini menerima kekuatan batin untuk menjalani masa pertunangan dengan ikhlas dan penuh tanggungjawab. Kami mohon ....
U: Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.
L: Semoga mereka saling menolong dalam masa perkenalan ini, supaya dapat mengambil keputusan yang masak tentang masa depan. Kami mohon ....
U: Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.
L: Semoga cinta kasih mereka semakin tumbuh menjadi kuat dan tahan uji, dan semoga kepribadian mereka semakin berkembang menjadi matang dan dewasa. Kami mohon ....
U: Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.
L: Semoga orang tua mereka memberi bantuan dan bimbingan untuk mencari kehendak Allah demi kebahagiaan dan keselamatan mereka berdua. Kami mohon ....
U: Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.
BAPA KAMI
DOA PENUTUP
I/P: Allah Bapa Pencipta semesta alam. Kami telah bersatu mengungkapkan kegembiraan kami atas rahmat cinta kasih yang telah Kauanugerahkan khususnya kepada kedua saudara kami ini. Semoga mereka semakin diteguhkan dalam meretas jalan cinta mereka dengan senantiasa terbuka pada cinta kasihMu sendiri. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami.
U: Amin.
I/P: Tuhan sertamu.
U: Dan sertamu juga.
I/P: Semoga Tuhan sumber segala cinta dan damai berdiam dalam hati kita semua, mengarahkan tingkah laku kita, dan meneguhkan kita dalam cinta kasihNya. Demi nama Bapa dan Putera, dan Roh Kudus.
U: Amin.
LAGU PENUTUP


Follow Us

About Us

Advertisment

Like Us

© OFFICIAL BLOG SEDERHANA BREMA | BREMA NOTE BLOG All rights reserved | Theme Designed by Seo Blogger Templates Published.. Blogger Templates